Sena Guler
24 April 2018•Update: 25 April 2018
Sena Guler
ANKARA
Militer Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah merespons peluru mortir yang ditembakkan dari Suriah yang menghantam dataran tinggi Golan yang mereka duduki.
Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan: “Sebelumnya hari ini, sebuah mortir jatuh berdekatan dengan pagar keamanan di Dataran Tinggi Golan utara, yang tampaknya merupakan serangan yang tidak pantas dari perang di Suriah."
"Sebagai tanggapan, IDF menargetkan satu artileri ke daerah tempat tembakan berasal, di Dataran Tinggi Golan Suriah utara."
IDF menganggap rezim Suriah “bertanggung jawab” atas serangan itu dan mengatakan bahwa mereka tidak akan "mentolerir setiap upaya untuk melanggar kedaulatan Israel atau membahayakan warga sipil".
Tentara Israel tidak memberikan informasi lebih detail mengenai jenis senjata yang mereka lontarkan ke wilayah Suriah itu.
Pada tanggal 9 April lalu, dua jet menghantam pangkalan udara "T4" di provinsi Homs pusat Suriah, di mana dua tentara, lima milisi dan tujuh orang Iran tewas. Rusia dan Iran menyalahkan Israel atas serangan itu.
Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah sejak Perang Timur Tengah pada 1967 silam.