Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Desember 2018•Update: 06 Desember 2018
Ahmet Dursun
ANKARA
Iran dan Uni Eropa mencapai kesepakatan mengenai sistem Sarana Tujuan Khusus (SPV), Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan Rabu.
SPV dikembangkan sebagai mekanisme konversi keuangan yang tidak terpengaruh oleh sanksi AS.
"Mengingat bahwa Amerika berusaha mencegah rencana dan pengembangan SPV segera setelah mereka mengetahuinya, Eropa ingin melanjutkan langkah ini untuk mencapainya dengan cara rahasia," kata Zarif dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi IRNA setelah rapat kabinet.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat sejak Mei, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari perjanjian yang disepakati pada 2015.
Pada Agustus, AS kembali memberlakukan sanksi tahap pertama yang secara khusus ditujukan pada sektor perbankan Iran.
AS memberlakukan sanksi tahap kedua pada 5 November, menargetkan sektor energi, pembuatan kapal, pengiriman, dan keuangan Iran.
Sanksi itu juga menargetkan penjualan minyak Iran untuk melukai perekonomian negara dan membawa Tehran kembali ke meja perundingan untuk membahas persenjataan nuklirnya.
Pemerintahan Trump memberikan keringanan kepada delapan negara importir minyak Iran termasuk China, India, Korea Selatan, Turki, Italia, UAE, Jepang dan Taiwan.