Muhammad Abdullah Azzam
29 Agustus 2019•Update: 29 Agustus 2019
Ahmet Dursun
ANKARA
Iran meminta Jepang untuk tak bergabung dengan koalisi internasional yang ingin dibentuk oleh Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Kantor berita Jepang Kyodo merilis laporan berdasarkan sumber diplomatik Jepang terkait pembicaraan dalam pertemuan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif.
Menlu Zarif mengatakan secara langsung kepada Abe bahwa negaranya berlawanan dengan koalisi internasional yang dipimpin oleh AS itu.
Zarif memperingatkan bahwa kehadiran kekuatan asing akan meningkatkan ketidakstabilan bukan malah menjaga keamanan di kawasan itu.
Teheran meminta Jepang untuk tak bergabung dengan koalisi tersebut, tutur Menlu Iran.
Zarif juga bertukar pikiran dengan Abe soal ekspor minyak Iran ke Jepang yang ditangguhkan karena sanksi AS.
Pada 10 Juli, AS mengumumkan rencana untuk membentuk koalisi militer internasional untuk melindungi perairan Iran dan Yaman, menyusul serangan terhadap dua kapal tanker pada Juni.
Jenderal Laut Joseph Dunford, ketua Gabungan Kepala Staf AS, mengatakan kepada wartawan bahwa Washington akan mengidentifikasi negara mana yang memiliki kemauan politik untuk mendukung inisiatif tersebut.
Dia mengatakan bahwa pengawalan harus diberikan oleh negara-negara anggota koalisi yang mengibarkan bendera yang sama dengan kapal yang membutuhkan perlindungan, sementara AS akan meningkatkan kesadaran dan pengawasan intelijen untuk koordinasi antar kapal dan selama patroli.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat pada Juni setelah dua kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz.
AS mengklaim Iran bertanggung jawab atas serangan itu dan menuduh negara itu menghancurkan perangkat navigasi di perairan, tetapi tuduhan itu dibantah Teheran.