Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Oktober 2019•Update: 29 Oktober 2019
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Pembatasan jam malam diberlakukan di ibu kota Irak, Baghdad, pada Senin di tengah protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung.
Komando Operasi Baghdad mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa jam malam akan diberlakukan mulai tengah malam hingga pukul 6 pagi waktu setempat dan akan berlanjut sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Belum ada informasi kapan jam malam tersebut akan dicabut.
Menyusul pengumuman itu, ribuan orang turun ke jalan-jalan di Baghdad dan berkumpul di Tahrir Square untuk memprotes pemberlakuan jam malam.
Pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan bom suara untuk membubarkan kerumunan.
Setidaknya 81 orang tewas dan lebih dari 3.600 lainnya terluka sejak gelombang kedua protes dimulai pada Jumat.
Gelombang protes pertama pada awal Oktober menyebabkan 149 demonstran dan delapan personel keamanan tewas.
Kemarahan warga Irak meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya angka pengangguran dan korupsi yang merajalela.
Banyak warga kekurangan memiliki akses ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran di kalangan pemuda sekitar 25 persen.
Negara itu juga menempati peringkat ke-12 sebagai negara paling korup di dunia berdasarkan hasil survei sejumlah organisasi transparansi.