Dunia, Ekonomi

Indonesia garap proyek infrastruktur di Senegal

Peluang kerja sama yang telah ditawarkan Senegal antara lain pembangunan jembatan, renovasi bandara militer, peluang pembelian berikutnya untuk pesawat CN-235, serta pembahasan kerjasama pertambangan

İqbal Musyaffa   | 03.12.2019
Indonesia garap proyek infrastruktur di Senegal Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Presiden Senegal, Macky Sally (kanan). (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Indonesia akan menggarap proyek infrastruktur di Senegal setelah berlangsungnya pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dengan Presiden Senegal Macky Sall di Dakar.

Berdasarkan keterangan resmi pada Selasa, Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah isu peningkatan kerja sama bilateral di bidang infrastruktur, industri strategis, pertambangan, dan ekonomi.

Menteri Retno menjelaskan bahwa Presiden Macky Sall menyampaikan penghargaannya kepada Indonesia yang telah melakukan kerja sama ekonomi dengan Senegal melalui rencana pembangunan gedung multifungsi Menara Goree (Tour de Goree) dan penjualan pesawat CN-235.

“Presiden Sall sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama dalam berbagai proyek di masa depan,” ujar Menteri Retno.

Menlu Retno juga meminta kepada Presiden Senegal untuk memberikan kemudahan pemberian visa termasuk kepada kalangan swasta yang meningkat kunjungannya ke Senegal, seiring meningkatnya kerja sama ekonomi kedua negara.

Menlu Retno juga menyaksikan penandatanganan kontrak tahap 1 (satu) proyek Tour de Goree yang disepakati pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada bulan Agustus 2019 lalu.

Penandatangan dilakukan antara PT WIKA dengan pihak Senegal menjadi kick-off dimulainya pelaksanaan proyek senilai Euro 250 juta tersebut.

“Tour de Goree merupakan awal dari sejumlah kerja sama proyek infrastruktur antara Indonesia dan Senegal,” tambah dia.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri, sejumlah BUMN antara lain PT WIKA, PT Dirgantara Indonesia, PT Timah, dan Indonesia Eximbank juga melakukan serangkaian pertemuan dalam bidang infrastruktur, pertambangan, dan industri strategis.

Peluang kerja sama yang telah ditawarkan oleh pihak Senegal antara lain pembangunan jembatan, renovasi bandara militer, peluang pembelian berikutnya untuk pesawat CN-235, serta pembahasan kerja sama pertambangan seperti fosfat.

Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa pembahasan lebih rinci akan terus dilakukan khususnya skema keuangan untuk pembiayaan proyek-proyek dimaksud.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.