Muhammad Abdullah Azzam
21 Februari 2019•Update: 21 Februari 2019
Emel Öz Gözellik
ANKARA
India menolak penawaran dari Perdana Menteri Imran Khan untuk mengadakan penyelidikan terkait serangan di Kashmir pekan lalu.
Menurut laporan dari media lokal, India menolak tawaran Perdana Menteri Pakistan Khan untuk memulai penyelidikan terkait serangan yang terjadi pada 14 Februari di distrik Pulwama, Kashmir.
Dalam sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri India, India meminta Pakistan melakukan tindakan yang "dapat dipercaya dan terlihat" terkait serangan tersebut.
Otoritas India menyebut PM Khan tak membuat pernyataan untuk kutukan terhadap serangan tersebut serta tidak menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga yang tewas dalam serangan itu.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan masalah Kashmir dapat diselesaikan dengan dialog seperti di Afghanistan.
Khan mencatat bahwa India kerap menyalahkan Pakistan atas serangan-serangan yang terjadi di Kashmir tanpa melakukan penyelidikan yang independen.
Khan mengatakan bahwa negaranya berjanji akan melakukan penyelidikan yang diperlukan bila India menyajikan bukti yang sah terkait tuduhan tersebut.
"Tawaran kami ini bukan karena kami berada di bawah tekanan, tetapi ini adalah pemahaman kami mengenai kebijakan luar negeri," ungkap Khan.
Ketegangan antara Pakistan dan India kembali meningkat setelah terjadi peristiwa serangan di Kashmir pada 14 Februari lalu.
Sebanyak 44 tentara India tewas dalam serangan pada minggu lalu di Kashmir bagian India, dan India mengklaim bahwa para penyerang didukung oleh Pakistan.
Pakistan pun menolak tuduhan tersebut serta membuat pernyataan mengecam serangan itu.