Muhammad Abdullah Azzam
14 Juni 2019•Update: 14 Juni 2019
Mehmet Nuri Uçar
SANA’A/RIYADH
Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan ke Bandara Internasional Abha di provinsi Asir, selatan Arab Saudi untuk dua kali dalam tiga hari.
Kelompok pemberontak Yaman itu mengklaim telah melakukan serangan drone di Bandara Abha yang menyebabkan "gangguan lalu lintas penerbangan", lapor saluran televisi Al-Masirah milik Houthi.
Sementara pernyataan oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengungkapkan milisi Houthi mencoba menyerang kota Abha dan Khamis Mushait di Arab Saudi dengan menggunakan lima drone.
Sistem pertahanan udara Arab Saudi telah memusnahkan drone milik Houthi tersebut di udara. Kini lalu lintas udara di Bandara Abha dalam kondisi normal.
Sebelumnya pada Rabu, koalisi yang dipimpin Saudi mengungkapkan bahwa kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.
Menurut juru bicara pasukan koalisi Kolonel Turki al-Maliki, setidaknya 26 warga sipil dari berbagai negara terluka dalam serangan itu.
Pada hari yang sama, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bandara tersebut dengan menggunakan rudal jelajah, mengatakan bahwa rudal itu mengenai sasaran dengan tepat.
Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, tewas akibat konflik, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.
Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.
Selain itu, lebih dari 22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan darurat.