Muhammad Abdullah Azzam
05 Agustus 2019•Update: 06 Agustus 2019
Hacer Başer, Gülşen Topçu
GAZA
Hamas mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena tidak memasukkan Israel ke dalam "daftar aib", istilah yang dipakai untuk negara-negara atau organisasi yang melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak.
"Kami mengutuk kegagalan PBB untuk memasukkan Israel ke dalam daftar aib pada 2018 meski negara tersebut melanggar hak-hak anak-anak Palestina," kata Hamas dalam sebuah keterangan tertulis.
Hamas menyebut dalam laproan badan-badan PBB, Israel paling banyak melakukan pelanggaran terhadap anak-anak Palestina pada tahun 2018.
Tunduknya organisasi internasional terhadap tekanan Israel dan Amerika Serikat (AS) bertanda pemberian lampu hijau kepada Israel untuk melakukan lebih banyak kejahatan terhadap anak-anak dan seluruh rakyat Palestina, tegas pernyataan Hamas itu.
Hamas mendesak PBB untuk mengambil langkah konkret melalui pengadilan internasional dengan keputusan dan laporan yang telah mereka dokumentasikan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dalam konferensi pers pada 30 Juli lalu bahwa pihaknya dapat menambahkan Israel ke dalam "daftar aib" untuk tahun 2018, pada akhir tahun ini.
Pernyataan Sekjen PBB itu menyusul kritikan terhadap pengumuman soal "daftar aib" oleh perwakilan khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata, Virginia Gamba, yang mana Israel tak dicantumkan dalam daftar tersebut.
Guterres melaporkan bahwa jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh oleh tentara Israel pada 2018 naik menjadi 59 jiwa.