Maria Elisa Hospita
30 November 2017•Update: 30 November 2017
GAZA
Faksi Palestina Hamas dan Fatah pada Rabu meminta Mesir untuk menunda rekonsiliasi nasional Palestina dan meminta kontrol politik dan administratif penuh atas Jalur Gaza sampai 10 Desember.
Kedua kelompok menggelar pertemuan luar biasa di Gaza yang dihadiri oleh delegasi keamanan Mesir.
Setelah pertemuan darurat tersebut, juru bicara Fatah Fayez Abu Eitah membacakan pernyataan bersama dalam konferensi pers.
Ia mengatakan bahwa penundaan tersebut diperlukan untuk segala persiapan demi tercapainya rekonsiliasi yang sukses.
Pada 12 Oktober, dua gerakan politik utama Palestina menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik politik yang telah berlangsung selama satu dekade.
"Pada prinsipnya, kedua pihak sepakat untuk memperbolehkan pemerintah Palestina yang sah kembali ke Gaza, sesuai dengan undang-undang Palestina," kata Azzam al-Ahmad, ketua delegasi Fatah dalam perundingan Kairo.
Kesepakatan tersebut meminta pemerintah persatuan Palestina pimpinan Fatah untuk mengambil alih Jalur Gaza per 1 Desember.
Sejauh ini, keduanya telah menyatakan bahwa mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk mematuhi kesepakatan tersebut.
Tepi Barat dan Jalur Gaza terbagi secara politik maupun administratif sejak 2007, ketika Hamas mengambil alih jalur tersebut dari Fatah, setelah pertempuran selama beberapa hari.