Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
04 Februari 2020•Update: 05 Februari 2020
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Menjelang pemilihan umum, Ethiopia menghadapi sejumlah tantangan sosial dan politik yang menantang upaya menuju persatuan.
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan negara itu menghadapi tahap hidup dan mati dari politik intrik, di mana politik dan ekstremisme yang menggelitik tumbuh di jantung integritas negara
"Kelompok-kelompok teroris asing telah bergerak masuk, menggunakan transisi Ethiopia sebagai kesempatan untuk menimbulkan kekacauan di negara itu," kata Ahmed pada pertemuan dengan anggota parlemen, Senin.
Dia mengatakan bahwa selama setahun terakhir, kelompok teroris al-Shabaab telah merekrut para pemuda di negara bagian Oromia dan Amhara.
"Ini adalah ujian, dan lingkungan sosial dan politik yang sulit di mana negara sekarang berada. Tapi saya yakin kita akan mengatasi semua tantangan ini dan bergerak maju menuju kemakmuran," ujar Ahmed.
Menjelang pemilu yang sangat dinanti-nantikan pada Agustus mendatang, Ethiopia diliputi oleh ketidakpastian dan ketakutan terhadap persatuan negara.
Sejumlah pihak bahkan memperingatkan pemerintah untuk melacak dan mengatasi tanda-tanda genosida atau perang saudara.
Perdana Menteri juga menyesalkan apa yang dia gambarkan sebagai memperdalam kerusakan moral di kalangan pemuda, yang mengarah ke konflik berbasis etnis di universitas dan tempat-tempat ibadah.
"Ada tren yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menjaga tempat-tempat ibadah dan universitas dengan pasukan polisi," tutur dia.
Ethiopia akan mengadakan pemilihan parlemen pada Agustus, di mana lebih dari 100 partai politik memperebutkan 147 kursi.