Diyar Guldogan
13 Oktober 2022•Update: 16 Oktober 2022
ANKARA
Turki ingin menghentikan pertumpahan darah dalam perang Rusia-Ukraina sesegera mungkin meski ada berbagai rintangan, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Kamis.
"Tujuan kami adalah melanjutkan momentum yang diperoleh meski ada kesulitan di lapangan dan menghentikan pertumpahan darah sesegera mungkin," kata Erdogan pada Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Kepercayaan di Asia (CICA) yang keenam di Astana.
Erdogan menambahkan bahwa upaya intensif Turki bersama PBB dan kedua pihak dalam konflik untuk mengekang dampak negatif perang telah mendapat apresiasi dari dunia.
Dia mengatakan kesepakatan biji-bijian di Istanbul dicapai pada Juli ini dan pertukaran tahanan pada September antara Rusia dan Ukraina keduanya merupakan "pencapaian nyata" dalam upaya negaranya.
Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul pada 22 Juli untuk melanjutkan ekspor gandum dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina, yang dihentikan sementara setelah dimulainya perang Rusia-Ukraina pada Februari.
Turki telah berhubungan dekat dengan Rusia dan Ukraina sejak awal perang. Erdogan telah berulang kali menekankan keinginannya untuk mempertemukan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di meja perundingan di Turki untuk mengakhiri perang.
“Saya mengatakan bahwa perdamaian yang adil dapat dicapai melalui diplomasi, dan tidak akan ada pemenang dalam perang dan tidak ada yang kalah dalam perdamaian yang adil,” kata Erdogan.
Memotong sumber keuangan kelompok teroris
Erdogan mengatakan kelompok teroris terus mengancam dunia, dan para pemimpin teroris PKK, Fethullah Terrorist Group (FETO) – kelompok di balik kudeta 2016 yang dikalahkan di Turki – dan Daesh/ISIS terus mendapatkan dukungan dari luar.
"Entitas yang membantu kelompok teroris dan mengambil bagian dalam propaganda, pembiayaan, dan kegiatan perekrutan harus diblokir tanpa diskriminasi," tambah dia.
Terkait isu Afghanistan, presiden Turki mengatakan memastikan perdamaian dan stabilitas negara sangat penting untuk mencegah migrasi dan membendung terorisme.
“Kita tidak boleh meninggalkan Afghanistan semakin terpuruk. Kita, sebagai komunitas internasional, harus terus mendukungnya dengan bantuan kemanusiaan,” kata Erdogan.
Erdogan mengatakan Turki percaya arsitektur keamanan global harus dirancang dengan pemahaman yang lebih adil, merata, dan representatif, sementara Ankara mempromosikan rute transportasi multi-moda dan mendukung menghidupkan kembali Jalur Sutra yang menghubungkan Asia dan Eropa.
"KTT Astana hari ini akan tercatat dalam sejarah sebagai KTT di mana proses transisi konferensi menjadi organisasi internasional diproklamirkan," tukas dia.