Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 April 2019•Update: 10 April 2019
Haitham al-Mahdi
DJERBA, Tunisia
Mantan presiden Tunisia, Moncef Marzouki, menggambarkan rotasi kekuasaan di Aljazair baru-baru ini sebagai salah satu revolusi Arab Spring paling sukses.
"Tidak ada pertumpahan darah. Para pengunjuk rasa membersihkan jalan-jalan setelah demonstrasi mereka," kata Marzouki kepada Anadolu Agency, Selasa.
"Orang-orang Aljazair yang hebat menuntut perubahan nyata. Ini menunjukkan bahwa kesadaran politik mereka meningkat," tambah dia.
Marzouki mengatakan dia telah mengharapkan gelombang kedua Arab Spring sejak 2015.
"Generasi baru memiliki mental yang sama sekali berbeda, sementara rezim ingin mempertahankan kekuasaan. Ledakan ini tidak bisa dihindari," ujar dia.
Sebelumnya pada Selasa, Ketua Parlemen Abdelkader Bensaleh secara resmi ditunjuk sebagai presiden sementara.
Dia menggantikan Presiden Abdelaziz Bouteflika yang mengundurkan diri pekan lalu di tengah protes terus-menerus terhadap pemerintah.