Nani Afrida
28 Februari 2019•Update: 01 Maret 2019
Sibel Morrow
ANKARA
Pihak internasional pada Rabu menyuarakan keprihatinan mereka atas meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan India setelah kedua negara saling menyerang lewat udara.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Prancis menyerukan kepada Pakistan dan India untuk mengurangi ketegangan "karena Prancis khawatir dengan makin memburuknya situasi".
Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, Menteri Luar Negeri Iran Jawad Zarif menyatakan kesedihannya dan mendesak kedua negara untuk menunjukkan "akal sehat".
Sebelumnya, Jerman meminta Pakistan dan India untuk mengurangi ketegangan.
"Pemerintah federal membuat seruan mendesak bagi kedua belah pihak untuk menahan diri dari hal yang dapat semakin meningkatkan konflik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Maria Adebahr pada konferensi pers di Berlin.
Dia menambahkan bahwa India dan Pakistan memikul tanggung jawab untuk stabilitas regional.
Adebahr menyatakan harapan bahwa kedua tetangga tersebut harus berdialog untuk mengurangi ketegangan dan menemukan solusi damai.
Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan keprihatinannya dan juga meminta kedua negara saling menahan tinggi.
Berbicara pada sesi pertanyaan mingguan di House of Commons, May mengatakan pemerintah Inggris memantau perkembangan dengan cermat, dan berharap ketegangan dapat dikurangi.
Rusia, Cina, Nepal, dan AS, menyerukan India dan Pakistan untuk menahan diri dan berdialog untuk menyelesaikan masalah.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyerukan agar kedua negara agar tenang dan segera menyelesaikan masalah Khasmir dalam kerangka hukum internasional.
Uni Eropa memperingatkan Pakistan dan India tentang "konsekuensi serius dan berbahaya" baru-baru ini karena meningkatnya ketegangan.
"Ketegangan di sepanjang 'Garis Kontrol' antara India dan Pakistan telah meningkat secara militer selama hari-hari terakhir," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini. "Ini berpotensi menimbulkan konsekuensi serius dan berbahaya bagi kedua negara dan wilayah yang lebih luas."
Pakistan dan India mengklaim pada hari Rabu bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur satu sama lain.
India mengklaim pada hari Selasa pesawat tempurnya memasuki wilayah udara Pakistan dan membom sebuah "kamp militan," setelah lebih dari 40 tentara India tewas dalam serangan bunuh diri di Kashmir yang dikelola India pada 14 Februari.
Pejabat sipil dan militer Pakistan telah menolak klaim tersebut.