WASHINGTON
Perang Ukraina adalah "perang tanpa pemenang," kata Duta Besar Turki untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Feridun Sinirlioglu pada Rabu, seraya menyerukan agar perang segera diakhiri saat perang Rusia di Ukraina memasuki waktu satu bulan.
Berbicara pada rapat khusus Majelis Umum PBB tentang Ukraina, Sinirlioglu mengatakan perang adalah hasil dari "pelanggaran terang-terangan" hukum humaniter internasional oleh Rusia, yang disebutnya "tidak dapat diterima."
"Ini adalah perang tanpa pemenang. Perang yang seharusnya tidak pernah dimulai. Perang yang harus segera dihentikan," kata utusan Turki itu.
Terkait pertempuran di kota Mariupol, Ukraina yang terkepung, Sinirlioglu menggambarkan situasinya sebagai "memilukan hati" dan mengatakan "korban kekerasan ini adalah orang-orang yang tidak bersalah, pertama dan terutama wanita dan anak-anak."
Dia mengatakan 40 juta orang Ukraina menderita di dalam negara mereka dan "mereka membutuhkan bantuan kita," menambahkan bahwa 10 juta lainnya telah mengungsi.
"Bagi kami, kami tidak akan menyerah pada saudara-saudara kami di Ukraina," kata dubes Turki.
"Sebagai negara tuan rumah bagi populasi pengungsi terbesar di dunia, kami tahu apa artinya melarikan diri dari kengerian perang," tutur dia.
Sinirlioglu juga meminta dukungan untuk rancangan resolusi, “Konsekuensi kemanusiaan dari agresi terhadap Ukraina,” dalam “semangat para pendiri PBB, dalam upaya bersama kita untuk perdamaian dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan, dalam tugas bersama kita untuk kemanusiaan.”
"Kita harus bertindak sekarang, karena ini, dalam arti kata yang sebenarnya, adalah masalah hidup dan mati," tambah Sinirlioglu.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional di mana Uni Eropa, AS, dan Inggris menerapkan sanksi ekonomi yang keras terhadap Moskow.