Dunia

DPR AS keluarkan resolusi kecam rasisme anti-Asia selama pandemi

Warga Asia-Amerika dipaksa untuk menanggung tindakan kefanatikan yang merendahkan dan menjijikkan, kata anggota kongres

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 18.09.2020
DPR AS keluarkan resolusi kecam rasisme anti-Asia selama pandemi ILUSTRASI: (Foto file - Anadolu Agency)

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON 

Dewan Perwakilan Amerika Serikat pada Kamis secara resmi mengutuk rasisme yang menargetkan orang Asia-Amerika di tengah pandemi Covid-19.

Resolusi yang pertama kali diperkenalkan oleh anggota kongres Grace Meng itu disahkan setelah mendapat dukungan 243 suara mendukung dan 164 suara menentang.

Resolusi itu mengutuk semua bentuk rasisme yang menargetkan komunitas Asia-Amerika terkait dengan pandemi virus korona.

Menyerukan kepada semua pejabat publik untuk mengutuk dan mengecam sentimen anti-Asia, Resolusi itu mendesak penegak hukum federal untuk menyelidiki dan mendokumentasikan laporan yang dapat dipercaya tentang kejahatan kebencian terhadap warga Asia-Amerika dan meminta pertanggungjawaban pelakunya.

"Sejak awal pandemi virus korona, warga Asia-Amerika telah dipaksa menanggung tindakan fanatisme dan kebencian yang merendahkan dan menjijikkan, yang terdiri dari segala hal mulai dari serangan verbal hingga serangan fisik," kata Meng dalam sebuah pernyataan tak lama setelah resolusinya disetujui DPR.

Menurut dia, meningkatnya retorika anti-Asia dan menyalahkan orang Asia-Amerika atas penyebaran virus korona memalukan dan sembrono.

"Terutama jika itu datang dari para pemimpin negara kita seperti Presiden Trump, Pemimpin Mayoritas McCarthy dan banyak lainnya yang telah menggunakan istilah seperti 'Virus China,' 'Virus Wuhan', dan 'Kung-flu', untuk memicu ketakutan rakyat terhadap Covid-19," ujar Meng.

Pemimpin Minoritas Dewan Perwakilan Kevin McCarthy, yang dirujuk Meng dalam pernyataannya, menyebut resolusi itu sebagai pengalihan, dan mengatakan tidak ada yang menganggap ini sebagai prioritas.

"Resolusi hari ini adalah tidak menghentikan diskriminasi. Itu hanya menyebarkan disinformasi," tutur McCarthy.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.