Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Juni 2019•Update: 12 Juni 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Dewan Keamanan PBB pada Selasa mengecam keras kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi baru-baru ini di Sudan dan mendesak penghentian segera.
Dalam sebuah pernyataan, anggota dewan menyoroti pentingnya menghormati hak asasi manusia dan memastikan perlindungan penuh warga sipil, akuntabilitas dan keadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Komite Sentral Dokter Sudan, yang mengatakan setidaknya 11 orang tewas dan 20 lainnya terluka ketika Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter, sebuah faksi tentara, menembaki penduduk di negara bagian Darfur Tengah pada Senin.
Dewan Keamanan menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk persatuan, kedaulatan, kemerdekaan dan integritas teritorial Sudan.
Para demonstran di Sudan memulai kampanye pembangkangan sipil nasional pada Minggu, sebagai upaya menekan Dewan Militer Transisi (TMC) yang berkuasa untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.
Lebih dari 100 orang terbunuh sejak 3 Juni, ketika pasukan pemerintah membubarkan protes yang berlangsung selama berminggu-minggu di luar markas militer di Khartoum.
TMC kemudian berjanji untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan merilis hasil investigasi tentang insiden tersebut.