Muhammad Abdullah Azzam
01 Maret 2019•Update: 01 Maret 2019
Selen Temizer, Mohamad Misto, Levent Tok
ANKARA
Anggota-anggota Daesh yang terpojok di desa Bagoz, desa terakhir tempat berlindung organisasi tersebut secara terpaksa menyerahkan diri karena pengepungan organisasi teroris YPG/PKK.
Pada 15 Februari YPG/PKK dan Amerika Serikat melakukan kesepakatan dengan milisi kelompok Daesh terakhir yang tersisa dan terperangkap di distrik Bagoz di wilayah perbatasan Suriah-Irak, arah timur Sungai Eufrat.
Menurut informasi yang diterima dari sumber-sumber lokal, proses penyerahan diri dan evakuasi keluarga Daesh dari desa tersebut masih berlanjut.
Sebagian besar anggota Daesh di wilayah tersebut adalah warga negara asing, terutama dari Irak.
Setelah menyerahkan diri, aggota Daesh yang terdiri dari warga asing itu dibawa ke pangkalan AS di wilayah Al Umar. Kini nasib para teroris di pangkalan AS itu belum diketahui.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump meminta negara-negara Eropa untuk mengambil kembali lebih dari 800 anggota Daesh yang ditangkap di Suriah.
Menurut media lokal, lebih dari 60 pejuang asing yang saat ini ditahan di Suriah utara melakukan perjalanan dari Jerman dan sekitar 40 di antaranya memiliki paspor Jerman.
Pemerintah Jerman tampak enggan untuk memenuhi permintaan Trump, di mana para pejabat mengungkapkan adanya masalah keamanan dan hambatan hukum.