Servet Günerigök
09 Juli 2022•Update: 11 Juli 2022
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat mengatakan bahwa dia "sangat sedih" dengan pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya.
"Saya terkejut, marah, dan sangat sedih mendengar berita teman saya Abe Shinzo, mantan Perdana Menteri Jepang, ditembak dan dibunuh saat berkampanye," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
"Ini adalah tragedi bagi Jepang dan semua orang yang mengenalnya," kata dia.
Biden mengatakan dia bekerja erat dengan Abe, dan menyebutnya "pembela aliansi" antara kedua negara.
“Perdana Menteri Jepang terlama, visinya tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka akan tetap bertahan,” kata Biden, sambil menyoroti bahwa dia terbunuh saat bekerja untuk demokrasi.
"Meski ada banyak detail yang belum kami ketahui, kami tahu bahwa serangan kekerasan tidak pernah dapat diterima dan kekerasan senjata selalu meninggalkan bekas luka yang dalam pada masyarakat yang terkena dampaknya," tutur dia.
"Amerika Serikat berdiri bersama Jepang selama duka ini. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarganya," imbuh Biden.
Abe, 67, ditembak dari belakang oleh seseorang saat sedang menyampaikan pidato di sebuah kampanye politik di sebuah jalan di kota Nara, barat Jepang.
Mantan perdana menteri itu dinyatakan meninggal pada pukul 17.03 waktu setempat di rumah sakit.