Aysu Biçer
16 September 2021•Update: 16 September 2021
Aysu Bicer
ANKARA
Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan G20 pada kuartal kedua tahun ini melampaui tingkat pra-pandemi sebesar 0,7 persen, berkat China dan Turki yang mencatat tingkat pemulihan tertinggi, 8,2 dan 8,8 persen masing-masingnya.
"Namun, sebagian besar negara masih tertinggal di belakang tingkat pra-pandemi, dengan India mencatat kesenjangan terbesar (-8,1 persen), diikuti oleh Inggris (-4,4 persen) dan Italia (-3,8 persen)," papar Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
PDB G20 meningkat sebesar 0,4 persen pada kuartal kedua, turun dari 0,9 persen pada kuartal pertama.
Di antara ekonomi G20, pertumbuhan PDB melambat di Turki dari 2,2 persen menjadi 0,9 persen; Korea dari 1,7 persen menjadi 0,8 persen; dan Australia dari 1,9 persen menjadi 0,7 persen.
Angka pertumbuhan anjlok di India dengan -10,2 persen, setelah mencatat pertumbuhan 2,3 persen sebelumnya.
PDB juga berkontraksi pada tingkat yang lebih rendah di Kanada sebesar -0,3 persen, setelah mencatat pertumbuhan 1,4 persen dan Brasil -0,1 persen setelah pertumbuhan 1,2 persen.
Amerika Serikat dan Meksiko masing-masingnya mencatat tingkat pertumbuhan 1,6 persen dan 1,5 persen selama triwulan kedua 2021.
Pertumbuhan PDB di Inggris menjadi 4,8 persen setelah terkontraksi -1,6 persen, di Uni Eropa secara keseluruhan menjadi 2,1 persen setelah terkontraksi -0,1 persen, dan di Jerman menjadi 1,6 persen menyusul kontraksi -2 persen," jelas badan itu.