Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
29 Desember 2019•Update: 30 Desember 2019
Abdullah Asiran
DEN HAAG
Otoritas hukum Belanda pada Sabtu mengatakan telah menangkap seorang anggota teroris yang dideportasi dari Turki.
Kantor kejaksaan negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa teroris wanita berkebangsaan Belanda yang pernah mengunjungi Turki dari Suriah itu ditangkap di Bandara Schiphol Amsterdam.
"Wanita berusia 28 tahun itu bepergian bersama putrinya yang berusia 4 tahun. Dia pergi ke Suriah pada 2013 dan pada Oktober dia melapor ke Kedutaan Besar Belanda di Ankara untuk kembali ke negara asalnya," kata pernyataan itu
Anak itu kemudian dibawa ke Lembaga Perlindungan Anak.
Pada Sabtu, Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan Turki telah mendeportasi dua anggota teroris asing kembali ke negara mereka, yaitu Belanda.
Pernyataan itu tidak menyebutkan secara spesifik dari kelompok teroris mana mereka berasal, tetapi dalam beberapa bulan terakhir ini Turki terus menekankan tentang kembalinya kelompok Daesh/ISIS.
Sejak 11 November, Turki mendeportasi lebih dari 110 teroris asing setelah Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengumumkan bahwa teroris Daesh akan diekstradisi.
Masalah penanganan anggota Daesh dan keluarga mereka yang ditahan di Suriah - termasuk anggota berkewarganegaraan asing - menjadi kontroversi.
Turki berargumen bahwa teroris asing harus dipulangkan ke negara asal mereka, sementara beberapa negara Eropa menolak karena para teroris telah dicabut kewarganegaraannya.