Dunia

Ban Ki-moon: Bangladesh tak bisa tanggung krisis Rohingya lebih lama

"Tidak mungkin bagi Bangladesh untuk menjadi penampung sejumlah besar Rohingya untuk waktu yang lama," kata Ban Ki-Moon

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 11.07.2019
Ban Ki-moon: Bangladesh tak bisa tanggung krisis Rohingya lebih lama Mantan sekretaris jenderal PBB Ban Ki-Moon. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Md. Kamruzzaman

DHAKA, Bangladesh

Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon pada Rabu memperingatkan soal ketidakmampuan Bangladesh dalam memikul beban pengungsi Rohingya dalam waktu yang lama, lansir kantor berita Bangladesh Sangbad Sangstha.

"Tidak mungkin bagi Bangladesh untuk menampung sejumlah besar Rohingya untuk waktu yang lama," kata Moon ketika mengunjungi kamp penampungan darurat Rohingya di distrik Cox’s Bazar.

Dia didampingi oleh Presiden Kepulauan Marshall Hilda Heine dan Direktur Utama Bank Dunia Kristalina Georgieva.

Moon juga mengkritik Myanmar karena keengganannya untuk membawa kembali warga Rohingya ke negara asal mereka.

Menekankan pada solusi permanen dari krisis, Moon mengatakan bahwa repatriasi pengungsi yang aman dan bermartabat adalah suatu keharusan bagi solusi harmonis dari krisis Rohingya.

"Pemerintah Myanmar harus berbuat lebih banyak sehingga Rohingya dapat kembali ke tanah air mereka tanpa rasa takut dan penganiayaan," kata Moon.

Memuji kemurahan hati Bangladesh kepada Rohingya, Georgieva dari Bank Dunia mengatakan bahwa negara itu membuka perbatasannya, sementara rakyatnya membuka hati mereka.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, menurut laporan OIDA yang berjudul 'Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira'

Sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar sementara 113.000 lainnya dirusak.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.