Muhammad Abdullah Azzam
10 November 2020•Update: 10 November 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Presiden Azerbaijan mengumumkan bahwa militernya membebaskan satu kota, 48 desa dan delapan tempat strategis dari pendudukan Armenia, meningkatkan jumlah desa yang dibebaskan pada Senin menjadi 71 desa.
Di antara desa-desa yang dibebaskan pada Senin adalah desa-desa Gobu Dilagarda, Yal Pirahmetli, Yuxari Yaglivend, Dilagarda, Seyid Mahmudlu dan Elesgerli di kota Fuzuli; Desa Demirchiler, Chanagchi, Medetkend, Signaq di Khojaly; Desa Susanlig, Doni, Tug, Akaku dan Azikh di kota Khojavend; Desa Huseynalilar, Soyudlu dan Ashagi Sirik di kota Jabrayil, Yukhari Mollu, Ashagi Mollu dan desa Khojik di Gubadli serta desa Kechikli dan Ordekli di kota Zengilan, kata Ilham Aliyev di Twitter.
Aliyev, dalam postingan Twitter terpisah, juga mengatakan kota Bartaz di Zengilan dan lima bukit strategis termasuk Bartaz ketinggian 2.300 meter, Sigirt 1.370 meter dan 2.000 meter Shukurataz juga dibebaskan.
Tentara Azerbaijan sudah membebaskan lima kota, empat kota, dan lebih dari 240 desa serta beberapa bukit strategis dari pendudukan pasukan Armenia sejak melancarkan operasi di wilayah Nagorno-Karabakh pada 27 September.
Hubungan antara dua negara bekas Uni Soviet memanas karena keduanya memperebutkan Upper Karabakh, yang juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh, sejak 1991.
Sejak 27 September, pasukan Armenia berulang kali menyerang warga sipil dan tentara Azerbaijan, bahkan melanggar tiga perjanjian kesepakatan gencatan senjata.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan - termasuk Upper Karabakh dan tujuh wilayah sekitarnya - berada di bawah pendudukan Armenia selama hampir tiga dekade.
Sementara kekuatan dunia telah menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan, Turki mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.