Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Senin mengungkap dua dakwaan terkait dugaan ilegalitas perusahaan teknologi China, Huawei, termasuk dugaan pencurian rahasia dagang.
Surat dakwaan menuntut Huawei, dua afiliasi Huawei - Huawei Device USA dan Skycom Tech Co. - serta Direktur Keuangan Meng Wanzhou dengan penipuan keuangan terkait upaya menghindari sanksi AS terhadap Iran.
Jaksa AS berusaha untuk mengekstradisi Meng dari Kanada, di mana dia dibebaskan dengan jaminan setelah ditahan di Bandara Internasional Vancouver bulan lalu.
Dia dituduh berada di belakang skema rumit untuk menutupi operasi Huawei di Iran dari lembaga keuangan dan pemerintah AS.
Washington menuduh Huawei melakukan bisnis di Iran menggunakan anak perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Skycom, dan berbohong tentang hubungannya dengan perusahaan tersebut.
Meng diduga duduk di dewan direksi Skycom dan merupakan bagian integral dari operasi itu.
"Perusahaan-perusahaan China telah melanggar undang-undang ekspor kami dan merusak sanksi, seringkali menggunakan sistem keuangan AS untuk memfasilitasi kegiatan ilegal mereka," kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan.
Huawei adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di China.
Sebuah dakwaan terpisah menuduh perusahaan itu mencuri rahasia dagang dari perusahaan telekomunikasi, T-Mobile, dan kemudian berusaha menghalangi proses hukum ketika perusahaan yang berbasis di AS itu mengancam akan menuntut Huawei.
Menurut dakwaan, tuduhan pencurian itu terjadi pada 2012, ketika Huawei mulai berupaya mencuri informasi tentang robot yang digunakan T-Mobile untuk menguji ponsel.
Upaya tersebut diduga dilakukan karyawan Huawei dengan secara sembunyi-sembunyi mengambil foto robot, mengambil pengukurannya dan mencuri salah satu bagiannya dalam upaya untuk merekayasa balik robot tersebut.
Semua dugaan pelanggaran tersebut melanggar perjanjian kerahasiaan dan non-pengungkapan.
Setelah T-Mobile berusaha untuk mengajukan tuntutan hukum, Huawei berusaha menjatuhkan kesalahan pada segelintir oknum dalam upaya untuk menghindar dari tuduhan.
"Merugikan intelektual Amerika, Huawei terus mengabaikan hukum Amerika Serikat dengan harapan mendapatkan keuntungan ekonomi yang tidak adil," kata Direktur FBI Christopher Wray.
Dakwaan diumumkan sebelum dialog perdagangan antara Washington dan Beijing yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini mulai 30 hingga 31 Januari.
Rencana dialog tersebut muncul di tengah jeda 90 hari perang perdagangan bilateral antara kedua negara yang disepakati pada 1 Desember.
Sebelumnya, delegasi AS melakukan perjalanan ke Beijing dari 7 hingga 9 Januari untuk putaran terakhir perundingan.