Maria Elisa Hospita
29 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Penutupan pemerintah parsial terlama sepanjang sejarah Amerika Serikat telah merugikan ekonomi negara senilai USD11 miliar.
Berdasarkan laporan yang dirilis Kantor Anggaran Kongres (CBO), selama kuartal terakhir 2018, ekonomi turun 0,1 persen, atau setara dengan USD3 miliar dolar.
Kerugian itu bahkan lebih besar selama kuartal pertama 2019, yang diperkirakan mencapai USD8 miliar dari produk domestik global (PDB).
Kerugian itu mencerminkan 800.000 pekerja federal yang terdampak oleh shutdown, yang berlangsung selama 35 hari.
CBO menjelaskan bahwa pada akhirnya kerugian dapat dipulihkan, kecuali USD3 miliar yang hilang permanen.
"Di antara mereka yang mengalami dampak negatif terbesar dan paling langsung adalah pekerja federal dan entitas sektor swasta yang kehilangan bisnis," papar laporan itu.
Laporan itu juga mengungkapkan bisnis dan perusahaan yang menunda keputusan perekrutan dan investasi karena ketidakmampuan mereka mendapatkan pinjaman, izin, dan sertifikasi pemerintah federal.
CBO memperingatkan risiko menjadi "semakin signifikan ketika penutupan terus berlanjut".
Kantor memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi negara untuk tahun ini menjadi 2,3 persen, jauh lebih rendah dari pertumbuhan 3,1 persen pada 2018.