Astudestra Ajengrastrı
28 Juni 2018•Update: 29 Juni 2018
Betul Yuruk
WASHINGTON/PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Utusan Khusus AS untuk PBB, Nikki Haley, mengecam keras Iran pada Rabu sebelum sidang Dewan Keamanan PBB.
Haley mengkritik Teheran melalui pernyataan pers tepat sebelum sesi laporan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang implementasi sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Iran seperti dimandatkan pada Resolusi Dewan Keamanan 2231.
Laporan Guterres ini "termasuk bukti-bukti yang mengganggu, namun tak mengejutkan, yang menunjukkan Iran terus melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan mengirimkan senjata di Timur Tengah, dengan terang-terangan melanggar larangan bepergian dan memberikan dukungan kepada organisasi-organisasi teroris yang membuat destabilisasi di kawasan," ujar pernyataan tersebut.
"Laporan ini memaparkan bukti-bukti terkuat bahwa rezim Iran terus mengirimkan persenjataan di Timur Tengah dan dengan terang-terangan melanggar resolusi Dewan Keamanan," ujar Haley menurut pernyataan tersebut.
"Dari Houthi ke Hezbullah, ke Hamas dan Assad, rezim Iran telah terbiasa mengirimkan sumber daya mereka, jauh dari kebutuhan domestik mereka sendiri, untuk mendukung terorisme dan mengabaikan stabilitas di kawasan."
Haley berkata AS tidak akan mengizinkan "pelanggaran dan aksi merusak Iran ini dibiarkan begitu saja", dan memaksa seluruh anggota Dewan Keamanan "untuk melakukan hal yang sama".
"Bukti-bukti dalam laporan terbaru ini menunjukkan dengan jelas konsekuensi dari kelambanan dalam menghadapi pembangkangan Iran," ujar dia.
Komentar Haley ini muncul setelah parlemen Iran mengadakan sesi tertutup pada Selasa lalu untuk membahas situasi ekonomi negara tersebut, dalam menghadapi sanksi-sanksi baru yang rencananya akan diterapkan oleh AS terhadap Teheran.
Iran terus menghadapi tantangan-tantangan ekonomi serius, termasuk tingkat pengangguran tinggi dan pelemahan mata uang, akibat sanksi-sanksi ekonomi AS yang sudah berjalan cukup lama.
Banyak pedagang dan importir Iran kesulitan mendapatkan mata uang asing yang mereka butuhkan untuk membayar komoditas impor.
Pada Senin, para pedagang Iran melakukan demonstrasi di depan gedung parlemen di Teheran untuk memprotes kondisi ekonomi yang terus memburuk.
Menurut laporan media lokal, para demonstran mengutuk naiknya biaya hidup, menuntut para politisi bergerak cepat untuk memecahkan permasalahan ekonomi yang kronis ini.