Maria Elisa Hospita
20 Juni 2019•Update: 21 Juni 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Utusan khusus Amerika untuk Iran mengatakan kebijakan AS untuk Iran bertujuan membawa masalah kedua negara ke meja perundingan dan Washington tidak menginginkan aksi militer.
"Seharusnya tidak ada yang meragukan keinginan kami untuk berdamai dan memperbaiki hubungan jika kami mencapai kesepakatan yang komprehensif," kata Brian Hook, Rabu.
Hook mengatakan pemerintah AS ingin menekan ekonomi Teheran sehingga mereka bersedia merundingkan kembali kesepakatan nuklir.
Pada Senin, Pentagon menyetujui pengerahan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah setelah kapal tanker komersial di Teluk Oman diserang. AS pun menuding Iran bertanggung jawab atas serangan itu.
Menurut Hook, pengerahan itu bukan bertujuan aksi militer, melainkan tindakan defensif semata.
Sementara itu, anggota Kongres menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan pemerintahan Trump akan menggunakan Undang-Undang Otorisasi Penggunaan Kekuatan Militer (AUMF) dan kemudian menyatakan perang dengan Iran.
Undang-undang tersebut disahkan pada 2011 pasca insiden 11 September untuk memberi wewenang pada militer menindak siapa pun yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami akan melakukan semua yang harus kami lakukan dan pemerintah akan mematuhi hukum," tegas Hook.