Dunia

AS skeptis pada rencana pembangunan pipa gas EastMed

Pada 11 Januari secara resmi AS menarik dukungannya untuk EastMed dan "mengalihkan fokus ke gas dan sumber energi terbarukan."

Michael Gabriel Hernandez   | 15.01.2022
AS skeptis pada rencana pembangunan pipa gas EastMed Ilustrasi (Foto file - Anadolu Agency)

WASHINGTON


Amerika Serikat pada Jumat menyuarakan keraguan atas Pipa Mediterania Timur (EastMed), sebuah pipa gas yang direncanakan yang akan mengangkut bahan bakar Israel dari Mediterania timur ke Yunani.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri yang berkomentar dengan syarat anonim mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan "secara kritis pada proyek infrastruktur bahan bakar fosil baru untuk memastikan dukungan AS tidak diarahkan ke sumber intensif karbon dan tidak menghasilkan aset yang menyandera masa depan saat negara itu mempercepat transisi energi bersih."

Juru bicara itu menyebutkan serangkaian proyek energi yang didukung AS, termasuk interkonektor EuroAfrica, dan interkonektor EuroAsia yang diusulkan.

Namun ketika ditanya tentang pipa EasMed, Juru bicara tersebut mengatakan bahwa proyek EuroAfrica dan EuroAsia "tidak hanya menghubungkan pasar energi yang penting tetapi juga membantu mempersiapkan kawasan untuk transisi energi bersih."

Hal yang sama tidak dikatakan untuk pipa EastMed.

"Kami mendukung beberapa proyek yang ada yang berkontribusi pada keamanan energi dan diversifikasi pasokan gas alam, seperti Unit Penyimpanan dan Regasifikasi Terapung Alexandroupoli (FSRU) dan interkonektor dengan Bulgaria dan Makedonia Utara, yang akan selesai lebih cepat, dan pada biaya yang jauh lebih rendah, daripada Pipa Gas Med Timur," kata juru bicara itu dalam balasan email.

Pada 11 Januari secara resmi AS menarik dukungannya untuk EastMed ketika kedutaan AS di Athena mengatakan pemerintahan Biden "mengalihkan fokus ke interkonektor listrik yang dapat mendukung gas dan sumber energi energi terbarukan."

Yunani, Israel, dan pemerintah Siprus Yunani menandatangani kesepakatan pada tahun 2020 untuk membangun pipa gas alam sepanjang 1.900 kilometer (sekitar 1.200 mil) di Mediterania Timur (EastMed) yang akan menghubungkan Israel, pemerintah Siprus Yunani, Kreta, Yunani, dan akhirnya Italia.

Banyak ahli mengatakan perkiraan biaya transfer gas alam akan tiga kali lebih murah jika pipa melewati Turki.

Meskipun Ankara dan Tel Aviv telah menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi mengenai transfer gas semacam itu melalui Turki, pembicaraan tentang isu itu tidak pernah berhasil.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın