Maria Elisa Hospita
23 Maret 2021•Update: 23 Maret 2021
Busra Nur Cakmak
ANKARA
Amerika Serikat menyebut Turki sebagai "sekutu yang kuat dan berharga".
"Bukan rahasia bahwa AS dan Turki berbeda pandangan, terutama soal S-400 dan Mediterania Timur. Namun, itu tak mengesampingkan fakta bahwa Turki adalah sekutu lama kami yang berharga," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Brussel, pada Selasa.
Dia menambahkan bahwa keberadaan Turki di NATO adalah demi kepentingan NATO sendiri.
Hal itu disampaikan Blinken bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menjelang pertemuan menteri luar negeri NATO.
Blinken juga memuji NATO yang dinilai cekatan dalam menangani sejumlah sengketa, terutama de-eskalasi di Mediterania Timur.
Sementara itu, Stoltenberg mengatakan bahwa kekhawatiran mengenai keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia dan langkah yang diambilnya di Mediterania Timur sudah disampaikan langsung ke Ankara.
“Pada saat yang sama, saya sangat percaya bahwa NATO harus menjadi platform di mana sekutu bisa duduk bersama untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. Kami akan terus merundingkannya," tambah dia.
Stoltenberg mengatakan NATO dapat membentuk mekanisme de-konflik antara Turki dan Yunani untuk mengurangi risiko insiden di Mediterania Timur.