Islam Uddin
16 Agustus 2021•Update: 16 Agustus 2021
ANKARA
Amerika Serikat dan Korea Selatan meluncurkan latihan militer gabungan tahunan pada Senin meskipun ada penolakan keras dan ancaman krisis keamanan dari Korea Utara.
"Latihan selama sembilan hari ini sebagian besar didasarkan pada simulasi komputer tanpa pelatihan lapangan. Latihan ini bersifat defensif seperti biasa," papar Kantor Berita Yonhap mengutip pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Menurut laporan itu, Washington belum memberi tahu Pyongyang secara resmi.
AS biasanya memberi pemberitahuan sebelumnya tentang jadwal latihan reguler sekutu.
Pekan lalu, Korea Utara memperingatkan AS dan Korea Selatan tentang kemungkinan krisis keamanan yang dipicu latihan militer gabungan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Kim Yo-jong, wakil direktur departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea, mengatakan Pyongyang dapat meningkatkan program senjata nuklir dan konvensionalnya untuk menahan ancaman eksternal terhadap negara mereka.
Bulan lalu, Korea Utara dan Korea Selatan memulihkan jalur komunikasi lintas batas yang terputus sejak Juni tahun lalu.
Korea Utara memutus jalur komunikasi dengan Korea Selatan dan juga meledakkan kantor penghubung antar-Korea di sepanjang perbatasan pada Juni 2020.
*Ditulis oleh Islamuddin Sajid