Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Maret 2021•Update: 02 Maret 2021
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Senin mengenang tentara Turki yang gugur dalam serangan udara oleh pasukan rezim Bashar al-Assad di Provinsi Idlib,Suriah, tahun lalu.
"Lebih dari setahun yang lalu, 33 tentara Turki kehilangan nyawa mereka melindungi warga sipil Suriah yang tidak bersalah di Idlib dari kebrutalan rezim Assad dan pendukungnya dari Rusia dan Iran," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.
"Kami mendukung sekutu NATO kami Turki dalam mengenang dan menghormati pengorbanan mereka," tambah Price.
Puluhan pasukan lainnya terluka dalam serangan yang terjadi pada 28 Februari, ketika tentara Turki melindungi penduduk Idlib dari serangan brutal oleh pasukan rezim yang didukung oleh Rusia.
Idlib termasuk dalam zona de-eskalasi yang ditempa berdasarkan kesepakatan antara Turki dan Rusia
Daerah tersebut telah menjadi subjek berbagai pemahaman gencatan senjata yang sering dilanggar oleh rezim Assad dan sekutunya.
Suriah telah dilanda perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak keras pengunjuk rasa pro-demokrasi.
Ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik.