Muhammad Abdullah Azzam
05 Desember 2018•Update: 05 Desember 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Heather Nauert mengumumkan bahwa negaranya membuka kembali perwakilan diplomatik di Somalia sejak ditutup pada 1991.
"Peristiwa bersejarah ini merupakan cerminan dari kemajuan yang ditunjukkan Somalia dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Nauert melalui sebuah pernyataan tertulis.
Nauert menekankan bahwa pembukaan kembali perwakilan diplomatik AS di Somalia ini akan menguntungkan hubungan kedua negara.
“Kembalinya kami ini menunjukkan bahwa AS berkomitmen untuk mendukung stabilitas, demokrasi, dan pembangunan ekonomi yang akan menguntungkan kedua negara,” lanjut dia.
Duta Besar Donald Yamamoto dan timnya sudah tak sabar ingin bekerja dengan pemerintah Somalia dan rakyatnya untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Pemerintah AS menutup kedutaannya di Mogadishu pada 1991 karena perang saudara yang muncul pada tahun 80-an di Somalia
Perang tersebut mengakibatkan runtuhnya pemerintah pusat Somalia.