Muhammad Abdullah Azzam
22 Juli 2020•Update: 22 Juli 2020
Dildar Baykan
WASHINGTON
Tak ada pemilu yang independen dan adil di Suriah sejak Partai Ba'ath pimpinan Assad awal berkuasa hingga saat ini, ungkap Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Morgan Ortagus.
Jubir Ortagus mengatakan lewat pernyataan tertulis bahwa rezim Assad menyebut pemilihan parlemen yang diadakan pada Minggu kemarin untuk ketiga kalinya selama perang saudara adalah sebuah pemilu yang semu.
"Assad seolah ingin menunjukkan pemilu yang tak sah ini sebagai keberhasilan mereka melawan apa yang mereka klaim sebagai permainan barat," ungkap Ortagus dalam pernyataan itu.
Dia menggarisbawahi bahwa pemilu yang penuh dengan kejanggalan di Suriah kemarin secara aktual tidak mewakili pilihan rakyat Suriah dan pemilihan tidak diadakan secara transparan.
"Kami menerima informasi terpercaya, pejabat pemilu membagikan surat suara yang telah ditandai oleh para kandidat Partai Baath. Ada informasi yang tersebar luas bahwa masyarakat pergi ke kotak suara dengan paksaan dan privasi pemilih tidak dijaga," sebut dia.
Menekankan jumlah warga Suriah yang berada di luar membentuk seperempat populasi lama negara itu, Ortagus mengkritik otoritas Suriah yang tak memberikan hak untuk memilih kepada seperempat populasi Suriah di luar negeri.
AS mendesak Suriah untuk mengadakan pemilu yang adil dan transparan atas pengawasan PBB, di mana warga diaspora juga mendapatkan hak untuk memilih sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2254.
"Sampai rezim Assad mematuhi persyaratan ini, masyarakat internasional akan terus memandang pemilihan ini sebagai upaya untuk membangun legitimasi palsu bagi rezim itu sendiri," pungkas Ortagus.