Muhammad Abdullah Azzam
04 Juli 2020•Update: 04 Juli 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Amerika Serikat (AS) memperingatkan kepada Tentara Nasional Libya (LNA) yang berafiliasi dengan Jenderal Khalifa Haftar bahwa hubungannya dengan paramiliter Rusia dan penutupan ladang minyak bertentangan dengan kepentingan Washington dan Libya.
"Delegasi AS menekankan afiliasi LNA dengan Wagnergroup, wakil Kementerian Pertahanan Rusia, dan penutupan minyak bertentangan dengan kepentingan AS dan Libya, melemahkan kedaulatan Libya, dan meningkatkan risiko konflik yang dapat merusak minyak kritis infrastruktur, " ungkap Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada Kamis.
Sejak Januari, pasukan Haftar di bawah bendera LNA telah menutup fasilitas minyak di wilayah tengah dan timur untuk merusak ekonomi dan menekan pemerintah Libya yang diakui PBB.
Pernyataan AS itu muncul setelah pertemuan virtual antara pejabat pemerintahan Donald Trump dan perwakilan LNA untuk membahas masalah yang terkait dengan milisi di seluruh Libya.
Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa kedua delegasi menegaskan kembali keinginan untuk mengurangi konflik dan menemukan solusi yang berkelanjutan.
Delegasi AS juga kembali menekankan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang "berusaha merusak proses politik atau melakukan tindakan-tindakan yang tak stabil tak akan ditoleransi - dan berisiko mendapat sanksi internasional."
Otoritas Washington menentang semua campur tangan asing di Libya dan membahas pentingnya gencatan senjata segera dan kembali ke negosiasi keamanan dan politik yang difasilitasi PBB, menurut pernyataan itu.