Muhammad Abdullah Azzam
26 Februari 2019•Update: 27 Februari 2019
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyambut dengan senang keputusan Inggris memasukkan Hizbullah Lebanon ke daftar organisasi teroris.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membuat pernyataan di Twitter tentang keputusan yang diambil oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris itu.
Pompeo mengungkapkan bahwa negaranya mengapresiasikan keputusan negara sahabat Inggris yang melarang Hizbullah.
“Organisasi teroris dukungan Iran ini menumpahkan darah orang-orang Amerika.”
Mereka terus menyerang di Timur Tengah, Eropa dan dunia. Kerja sama internasional untuk menghadapi rezim Iran terus bertumbuhan,” ungkap Pompeo.
Kementerian Dalam Negeri Inggris mengumumkan telah memasukkan Hizbullah Lebanon ke dalam daftar organisasi teroris.
Dalam pernyataan tertulis dari Kemendagri Inggris itu, selain organisasi Hizbullah di Lebanon, Inggris juga memasukan organisasi Anasir al-Islam di Afrika dan organisasi-organisasi JNIM ke dalam daftar organisasi teroris.
Keputusan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Maret setelah mendapatkan persetujuan di parlemen.