Muhammad Abdullah Azzam
30 Juli 2020•Update: 30 Juli 2020
Mohamad Misto, Ethem Emre Özcan
AL-HASAKAH, Suriah
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Prancis, yang aktif di wilayah pendudukan organisasi teroris YPG/PKK di Suriah, terus memberikan pelatihan militer kepada para militan organisasi tersebut.
Menurut laporan dari sumber-sumber lokal, puluhan tentara AS dan Prancis melatih 200 teroris YPG/PKK di provinsi Hasakah dan Deir ez Zour di Suriah bulan ini.
Dua pelatihan teori dan praktis berlangsung di Gunung Abdulaziz di Hasakah pada awal bulan ini, sedangkan pelatihan yang terakhir berlangsung pada 24 Juli di ladang minyak Umar di Deir az Zour.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama 9 hari, para teroris dilatih ketrampilan menyerbu posisi yang telah ditentukan oleh kendaraan udara tanpa awak (UAV) menembakkan roket dan peluru artileri.
Kendaraan-kendaraan yang digunakan menjadi target dalam pelatihan penembakan artileri yang dipimpin oleh tentara Prancis hancur lebur.
Tentara Prancis, yang berada di bawah perlindungan militer AS di Suriah, sering melatih para teroris YPG/PKK menggunakan tembakan artileri.
YPG/PKK memberikan pelatihan senjata kepada warga yang diculik atau ditahan secara paksa serta mencuci otak mereka dengan ideologi mereka, sementara itu mereka juga mengancam mereka yang ingin melarikan diri.
Para teroris mendoktrin anak-anak itu dan memberikan pelatihan senjata kepada mereka.
Organisasi teroris itu juga masuk dalam “Laporan Perdagangan Manusia 2020” oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada 26 Juni lalu karena menculik anak-anak untuk mempersenjatai mereka.
Dalam laporannya yang diterbitkan pada 16 Januari, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa teroris YPG/PKK menggunakan anak-anak sebagai petarung di Suriah.