Dandy Koswaraputra
20 Oktober 2018•Update: 21 Oktober 2018
Sibel Uğurlu
ANKARA
Arab Saudi pada Sabtu memecat para pejabat senior intelijen dan memutuskan untuk merestrukturisasi badan intelijen utamanya setelah mengkonfirmasi kematian Jamal Khashoggi.
Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, telah hilang sejak memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Sebelumnya, Arab Saudi menegaskan bahwa Khashoggi meninggal setelah perkelahian di dalam konsulat.
Menurut Saudi Press Agency (SPA) yang dikelola pemerintah, Arab Saudi memutuskan untuk merestrukturisasi Kepresidenan Intelijen Umum.
"İni untuk memastikan berfungsinya pekerjaan dan tanggung jawab,” kata SPA.
Kerajaan mengeluarkan perintah untuk membebas-tugas-kan Wakil Kepala Intelijen Umum Ahmed bin Hassan bin Mohammed Assiri dari jabatannya.
Saud bin Abdullah Al-Qahtani, penasehat di Royal Court, juga diberhentikan dari jabatannya.
Arab Saudi memberhentikan sejumlah perwira intelijen umum termasuk asisten kepala intelijen umum untuk urusan intelijen, asisten kepala intelijen umum untuk sumber daya manusia, dan direktur direktorat jenderal keamanan dan perlindungan inteligen umum.
Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih di dalam, menurut sumber-sumber polisi Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Pada hari Rabu, unit investigasi TKP tiba di kediaman resmi Konsul Jenderal Saudi Mohammad al-Otaibi sekitar jam 4.40 sore waktu setempat (20.40 WIB).
Al-Otaibi sudah meninggalkan Turki menuju Riyadh pada hari Selasa.
Pejabat dari tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini Kamis pagi setelah mencari tempat tinggal serta konsulat Saudi di Istanbul.