Muhammad Abdullah Azzam
23 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Ahmed al-Masri, Zeynep Tüfekçi
RIYADH
Arab Saudi mengecam rezim Assad yang membunuh rakyatnya di Ghouta Timur, Damaskus, Suriah.
Menurut kantor berita resmi SPA, Arab Saudi menyerukan kepada rezim Suriah untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Ghouta timur dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut.
Negara yang dipimpin oleh raja Salman itu menghimbau kepada semua pihak yang terlibat agar mengambil serius Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2254 dan konvensi Jenewa-1.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan bahwa sejak 4 Februari lalu, 346 warga sipil tewas dan 878 warga sipil terluka dalam serangan di Ghouta Timur.
Ghouta Timur terletak di kawasan de-eskalasi yang disetujui oleh Turki, Rusia dan Iran. Di wilayah itu khususnya, aksi serangan dan kekerasan tidak boleh dilakukan.
Namun rezim Bashar al-Assad terus menargetkan wilayah permukiman di kota itu, membunuh setidaknya 539 orang dan melukai lebih dari 2.000 sejak 29 Desember tahun lalu.
Ghouta Timur ditempati sekitar 400.000 penduduk dan berada dibawah cengkeraman rezim selama lima tahun terakhir.
Sejak perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.