Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Mei 2020•Update: 11 Mei 2020
Rabia Iclal Turan
ANKARA
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Cell minggu lalu mengatakan antibodi hewan llama kemungkinan cocok untuk melawan Covid-19.
Para peneliti dari pusat bioteknologi VIB-UGent Universitas Ghent Belgia dan Universitas Texas di Austin mengumumkan bahwa antibodi dari llama berusia 4 tahun, bernama Winter, bmenetralkan virus korona dalam percobaan laboratorium.
"Ini adalah salah satu dari antibodi pertama yang diketahui bisa menetralkan SARS-CoV-2," kata Jason McLellan dari University of Texas di Austin yang ikut menyusun penelitian tersebut.
McLellan mengatakan vaksin harus diberikan satu atau dua bulan sebelum infeksi untuk memberikan perlindungan.
“Tetapi dengan terapi antibodi, Anda secara langsung memberi seseorang antibodi pelindung dan karenanya, segera setelah perawatan, mereka harus dilindungi,” tambah dia.
Sebelumnya, para ilmuwan telah menggunakan antibodi Musim Dingin untuk jenis-jenis virus korona terdahulu, SARS dan MERS.
Proyek penelitian itu telah melakukan berbagai tes pada 130 ekor llama dan alpaka di sebuah peternakan di Belgia, yang dilakukan oleh tim dari Universitas Texas di Austin, Institut Kesehatan Nasional dan Universitas Ghent di Belgia.
Uji klinis belum dimulai karena percobaan sedang berlangsung, menurut jurnal.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 187 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 4,1 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian melebihi 282.000 dan lebih dari 1,4 juta dinyatakan sembuh.