Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 April 2019•Update: 23 April 2019
Meryem Goktas
ANKARA
Program pelatihan jurnalis perang ke-14 yang diadakan oleh Anadolu Agency dimulai pada Senin di Ankara di bawah pengawasan akademik berita.
Akademi Berita Anadolu Agency akan melatih koresponden bekerja sama dengan Akademi Kepolisian Turki, agensi manajemen bencana, Angkatan Bersenjata Turki, dan Direktorat Ketertiban Umum dan Keamanan.
Program bersertifikat itu diadakan di Akademi Kepolisian Turki di Anittepe.
Berbicara pada upacara pembukaan, Wakil Koordinator Akademi Kantor Berita Anadolu Agency Hayri Cetinkus mengatakan program tersebut bertujuan mempersiapkan koresponden untuk menghadapi bahaya yang mungkin timbul saat melaporkan dalam situasi darurat seperti perang, bencana alam dan kerusuhan massal.
"Anadolu Agency tidak akan mengirim koresponden ke zona perang tanpa melalui pelatihan ini," ujar Cetinkus.
Koresponden kantor berita Turki dari berbagai daerah dan tiga jurnalis dari Suriah menghadiri pelatihan tersebut.
Program ini mencakup pelatihan seperti jurnalisme di bawah tekanan, keamanan pribadi, hukum perang, pertolongan pertama, teknik mengemudi canggih, teknik bertahan hidup di air, serangan kimia dan biologi, serta manajemen media di lingkungan yang tidak bersahabat.
Program ini akan berlanjut hingga 3 Mei dan peserta yang berhasil melaluinya akan diberikan sertifikat yang diakui secara internasional.