Muhammad Abdullah Azzam
22 April 2019•Update: 22 April 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Setidaknya 11 orang tewas dalam serangan bersenjata di negara bagian Benue, Nigeria.
Juru bicara Polisi Benue, Sewuese Anene, mengatakan sekelompok orang bersenjata yang tak diketahui identitasnya melancarkan serangan ke desa Ngibo dan Tse Aye.
Anene juga mengatakan bahwa sejumlah rumah dibakar dan 24 sapi musnah dalam penyerangan itu.
Korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit. Sementara pasukan keamanan telah dikerahkan ke dua daerah itu untuk mengamankan situasi.
Komunitas penggembala nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria telah dituduh mencuri hewan-hewan ternak dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18, saat seorang ulama bernama Sheikh Usman Dan Fodio yang mayoritas Kristiani.
Kekerasan antara penggembala dan petani menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di kawasan agraris di mana kedua pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah provinsi, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan. Namun yang para penggembala merasa aturan itu tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan Danau Chad.