Talal Ismail
09 Mei 2022•Update: 11 Mei 2022
KHARTOUM, Sudan
Front Revolusioner Sudan (SRF) pada Senin menyambut baik peluncuran dialog nasional yang difasilitasi oleh PBB dan Uni Afrika pekan depan.
SFR adalah aliansi kelompok politik dan bersenjata yang dibentuk pada 2011 untuk menentang rezim mantan Presiden Omar al-Bashir.
“Kami menyambut baik peluncuran dialog yang direncanakan antara pihak-pihak Sudan,” pejabat senior SFR Khaled Shawish mengatakan kepada kantor berita SUNA.
Dia mengatakan frontnya telah bertemu dengan perwakilan dari PBB dan Otoritas Antar Pemerintah untuk Pembangunan (IGAD) mengenai dialog yang direncanakan.
Shawish mengatakan seruan para sponsor dialog untuk mencabut keadaan darurat, pembebasan tahanan politik dan menghapus undang-undang yang membatasi kebebasan "memberikan suasana yang tepat untuk dialog."
Sudan berada dalam kekacauan sejak 25 Oktober 2021 ketika militer membubarkan pemerintah transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat, sebuah langkah yang dikecam oleh kekuatan politik sebagai “kudeta militer”.
Sebelum pengambilalihan militer, Sudan diperintah oleh dewan berdaulat pejabat militer dan sipil yang bertugas mengawasi masa transisi hingga pemilihan umum pada 2023.