Shadi Khan Saif
02 Mei 2018•Update: 03 Mei 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Upacara pemakaman untuk para jurnalis Afghanistan yang tewas dalam pengeboman bunuh diri yang dilakukan oleh Daesh di ibu kota Kabul digelar pada Selasa kemarin.
Serangan yang terjadi dalam zona hijau yang dianggap sangat aman di Kabul pada Senin merenggut nyawa sembilan jurnalis. Pada hari yang sama, seorang wartawan lain ditembak mati di provinsi Khost. Sebelum ini, seorang wartawan lainnya ditembak mati oleh pria bersenjata tak dikenal di provinsi Kandahar.
Rahimullah Samandar, presiden Asosiasi Jurnalis Independen Afganistan (AIJA) - yang memiliki lebih dari 1.900 anggota di seluruh negeri - menyoroti ancaman besar yang dihadapi jurnalis dalam lingkungan yang sangat tidak stabil di Afghanistan.
"Pengeboman bunuh diri kemarin adalah serangan langsung dan terarah terhadap media di Afghanistan," katanya kepada Anadolu Agency.
Kejadian itu merupakan serangan paling berdarah terhadap wartawan Afghanistan setelah serangan bunuh diri yang diklaim Taliban yang menghantam sebuah bus karyawan Tolo News pada Januari 2016, yang menewaskan enam wartawan dan anggota staf.
Di antara 10 wartawan yang meninggal Senin kemarin adalah Shah Marai, fotografer kantor berita Prancis AFP; Yar Mohammad Tokhi, 52 tahun, seorang jurnalis Tolo News; Farishta Mehram Durrani, seorang jurnalis perempuan.
Kantor berita Radio Liberty/Radio Free Europe cabang Afghanistan "Azadi Radio" kehilangan tiga wartawan.
Dalam sebuah pernyataan, kepala layanan radio itu, Hashim Momand, mengutuk serangan "brutal" yang terjadi.
"Radio Azadi tidak pernah memihak, kami selalu memberi tahu informasi kepada pendengar kami, dan selalu netral dan akan tetap netral," katanya, menyampaikan bela sungkawa kepada teman-teman dan keluarga korban.
Di mata pengamat, serangan itu juga menyoroti bahaya yang dihadapi wartawan Afghanistan, karena pada saat kejadian para korban tidak memakai rompi anti-peluru atau perlengkapan keselamatan lainnya.
“Kami sekarang akan mengharuskan kantor-kantor media agar memberikan pelatihan dan perlengkapan keselamatan kepada wartawan yang bekerja di lapangan,” kata Samandar.
Di Pakistan, wartawan berkumpul di National Press Club di Islamabad dan menyalakan lilin untuk mengenang para wartawan Afghanistan yang terbunuh.
Jurnalis dan anggota masyarakat sipil memberikan penghormatan besar kepada wartawan yang terbunuh dan mengutuk keras serangan barbar di Kabul itu.