Ekip
31 Agustus 2021•Update: 31 Agustus 2021
ISTANBUL
Serangan pesawat tak berawak diluncurkan oleh pemberontak dari Yaman ke Arab Saudi dan melukai delapan orang.
Menurut koalisi pimpinan Saudi, sebuah pesawat sipil juga mengalami kerusakan akibat serangan yang menargetkan Bandara Abha di barat daya Arab Saudi.
Sementara itu, pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone kedua yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi di bandara.
Pihak Saudi menyebut serangan itu sebagai "kejahatan perang".
Pada Senin, koalisi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi ke Provinsi Najran Selatan.
Namun, tidak ada komentar dari kelompok Houthi atas klaim tersebut.
Pemberontak Houthi kerap melancarkan serangan roket dan pesawat tak berawak di wilayah Saudi, dengan mengklaimnya sebagai respons terhadap serangan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan kampanye udara untuk mengalahkan Houthi.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, konflik tersebut telah merenggut lebih dari 233.000 nyawa sejauh ini.
*Ditulis oleh Ahmed Asmar di Ankara