10 Agustus 2017•Update: 11 Agustus 2017
By Magdalene Mukami and Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Setidaknya 5 orang tewas dalam sejumlah insiden terpisah pada Rabu, dalam kerusuhan setelah pemilu di Kenya.
Protes mulai terjadi setelah pemimpin oposisi Raila Odinga mengatakan adanya kecurangan dalam hasil perhitungan yang dirilis komisi elektoral.
Dia mengatakan sistem server komisi itu diretas dan pendukung presiden Kenya yang menjabat mengubah hasil perolehan suara yang kemudian memenangkan Uhuru Kenyatta.
Insiden pertama terjadi ketika demonstran di pemukiman Mathare di Nairobi menghalangi lalu-lintas dengan menyalakan api unggun di tengah jalan.
Seorang polisi yang berjaga di tempat kejadian, yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan 2 orang meninggal dalam protes itu.
“Polisi menembak warga yang membantu seorang demonstran yang ditikam dengan pisau. Keduanya tewas,” katanya.
Sedangkan di area Galole di pesisir Kenya, 5 pria bersenjatakan pisau menyerang posko penghitungan suara dan membunuh 1 orang.
Setidaknya 2 penyerang dibunuh oleh polisi, kata Larry Kieng, koordinator polisi regional.
Warga Kenya memberikan suara mereka pada Selasa untuk memilih pemerintahan baru.
Hingga pukul 21.00 Rabu, presiden petahana Uhuru Kenyatta masih unggul dengan 8.003.673 suara dibandingkan 6.604.273 suara yang diraih Odinga.