Dunia

47 warga sipil Azerbaijan tewas dalam serangan Armenia

Lebih dari 222 warga sipil lainnya terluka dalam serangan tentara Armenia sejak 27 September, lapor otoritas Azerbaijan

Muhammad Abdullah Azzam   | 17.10.2020
47 warga sipil Azerbaijan tewas dalam serangan Armenia Ilustrasi bekas serangan roket Armenia (Foto file - Anadolu Agency)

Baki

Ruslan Rehimov

BAKU

Sedikitnya 47 warga sipil Azerbaijan tewas dan 222 lainnya terluka dalam serangan berkelanjutan Armenia terhadap permukiman sipil, ungkap otoritas Azerbaijan pada Jumat.

Sekitar 1.669 rumah, 84 apartemen, dan 301 fasilitas umum rusak dan tidak dapat digunakan lagi akibat serangan Armenia sejak 27 September hingga 16 Oktober, lapor Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan.

Bentrokan antara pasukan Azerbaijan dan pasukan Armenia meletus pada 27 September, dan sejak itu Armenia terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan.

Gencatan senjata kemanusiaan yang berlaku sejak Sabtu lalu dilanggar berulang kali oleh pasukan Armenia.

Armenia bahkan pada Minggu melancarkan serangan rudal ke kota terbesar kedua Azerbaijan, Ganja - daerah yang jauh dari garis pertempuran, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 35 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Hubungan antara dua bekas republik Soviet, Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas.

Berbagai resolusi PBB serta banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.

OSCE Minsk Group – yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS - dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata juga disepakati pada tahun 1994.

Turki mendukung hak Azerbaijan untuk mempertahankan diri dan kedaulatannya atas wilayah pendudukan.

Azerbaijan sejauh ini telah membebaskan banyak daerah di Karabakh Atas sejak bentrokan meletus antara pasukan Armenia dan Azerbaijan pada akhir September.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın