07 Agustus 2017•Update: 08 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Masyarakat Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan parsial (GBP) pada 7-8 Agustus 2017 ini. Demikian yang dijelaskan pakar astronomi Indonesia.
Berdasarkan perhitungan astronomi, gerhana bulan parsial akan dimulai Senin malam pukul 22.50.02 WIB hingga Selasa pukul 03.50.56 WIB.
“Gerhana kali ini lebih menarik dari tahun lalu. Lebih jelas meski ketertutupan 20% saja, dan bisa disaksikan di seluruh Indonesia,” ujar pakar astronomi Planetarium Jakarta Muhammad Rayhan, Senin, kepada Anadolu Agency.
Gerhana bisa disaksikan lebih jelas menggunakan alat bantu seperti binokuler atau teleskop. Meski begitu, gerhana akan unjuk gigi dengan penampakan lebih jelas di mata masyarakat awam mulai pukul 00.22.55 WIB hingga 02.18.10 WIB.
“Saat inilah bulan memasuki bayang-bayang utama bumi. Wajah bulan yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian menjadi gelap. Ini membuat wajah bulan menjadi agak cekung di bagian tepinya,” ujar Rayhan.
Peristiwa gerhana bulan terjadi ketika matahari terhalang bulan dan berada pada posisi segaris dengan bumi. GBP ini termasuk kategori Saros 119. GBP Saros 119 akan terjadi 18 tahun kemudian atau di tahun 2035. GBP berikutnya diramalkan hanya terjadi di wilayah tertentu saja di Indonesia.
Selain di Asia, GBP serupa juga bisa disaksikan di Asia Barat dan Amerika.
Pengamatan GBS untuk umum dilakukan di sejumlah tempat peneropongan astronomi. Seperti di Planetarium Jakarta dan Observatorium Bosscha, Bandung, Jawa Barat.