Umar İdris
17 Juni 2019•Update: 18 Juni 2019
Selma Kasap
ANKARA
Badan pendidikan Turki saat ini memberikan pendidikan kepada 30.000 pelajar di 35 negara, demikian dikatakan pimpinan yayasan pendidikan Maarif kepada Anadolu Agency, Minggu.
Birol Akgun, ketua Yayasan Maarif, mengatakan lembaganya telah memiliki perwakilan di 52 negara.
"Kami menyediakan pendidikan kepada sekitar 30.000 pelajar di 270 sekolah dalam 35 negara," katanya.
Akgun mengatakan yayasannya telah mengambil alih administrasi sekitar 200 sekoleh di 17 negara yang terhubung dengan Fetullah Terrorist Organization (FETO), kelompok dibelakang kudeta yang gagal tahun 2016 di Turki.
Dia menambahkan proses perpindahan sekolah eks-Feto ke dalam administrasi Maarif dan proses pembukaan sekolah baru sedang berjalan.
Akgun mengatakan telah membuka 71 sekolah baru di 16 negara untuk menyediakan sekolah alternatif di wilayah strategis dan prioritas, dan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan melalui warga Turki di luar negeri.
Sejak Yayasan Maarif didirikan tiga tahun lalu, yayasan ini telah menjalin hubungan dengan 100 negara.
Setelah kudeta yang gagal tahun 2016, Turki mendirikan Yayasan Maarif untuk mengambil aloh administrasi sekolah-sekolah di luar negeri yang terkoneksi dengan organisasi Feto. Yayasan ini juga mendirikan sekolah dan pusat pendidikan di luar negeri.
Feto dan pemimpinnya yang bermukim di Amerika Serikat (AS), Fetullah Gulen, berada di balik kudeta 15 Juli 2016 di Turki, yang menyebabkan 251 orang menjadi martir, dan 2.200 orang terluka.
Ankara menuduh organisasi Feto berada dibalik kampanye jangka panjang dengan memasuki institusi-institusi militer, polisi, dan dunia akademik.
Kelompok ini juga mengoperasikan banyak sekolah di luar negeri sebagai sumber pemasukan untuk kegiatan teror dan infiltasinya.