Hayati Nupus
27 Februari 2020•Update: 27 Februari 2020
Hassan Isilow
KIGALI, Rwanda
Yayasan pendidikan Turki Maarif Foundation tengah dalam proses membuka perguruan tinggi teknik dan kejuruan di Rwanda, ujar utusan Turki untuk Afrika Timur.
“Saat ini kami tengah mempersiapkan Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak berwenang Rwanda untuk mewujudkan rencana ini,” ujar Burcu Cevik kepada Anadolu Agency.
Cevik mengatakan bahwa yayasan memilih untuk memulai perguruan tinggi di Ruanda karena melihat perlunya membekali pemuda setempat dengan keterampilan relevan yang memungkinkan mereka untuk menciptakan lapangan kerja dan menjadi mandiri.
Rwanda, lanjut dia, memiliki populasi anak muda yang besar dan membutuhkan keterampilan untuk mengembangkan sumber daya manusia negara itu.
Menurut sensus Rwanda pada 2012, ada lebih dari 10,5 juta populasi negara itu, dengan jumlah pemuda—antara usia 14 dan 35 tahun—hampir 4,2 juta.
Cevik mengatakan Turki maju soal pelatihan kejuruan dan teknik.
Sejumlah sekolah di Turki melatih siswa dengan keterampilan sesuai kebutuhan target ekonomi negara dan tuntutan dunia bisnis.