Turki, Dunia

Turki: Rusia dan Iran harus hentikan serangan rezim Assad di Suriah

Hal itu disampaikan oleh Menlu Turki Mevlut Cavusoglu beberapa jam setelah rezim Bashar al-Assad melancarkan serangan ke pos pengamatan Turki di barat laut Suriah

Maria Elisa Hospita   | 17.06.2019
Turki: Rusia dan Iran harus hentikan serangan rezim Assad di Suriah Seorang pria membawa korban luka akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad dan para pendukungnya di zona de-eskalasi zona Idlib, Maar Shurin, Suriah pada 10 Juni 2019. ( İzeddin İdlilbi - Anadolu Agency )

Ankara

Beyza Binnur Donmez

ANKARA

Menteri luar negeri Turki menegaskan bahwa menghentikan serangan oleh rezim Bashar al-Assad di Suriah adalah tanggung jawab Rusia dan Iran sebagai negara penjamin perdamaian.

Hal itu disampaikan oleh Mevlut Cavusoglu beberapa jam setelah rezim Assad melancarkan serangan ke pos pengamatan Turki di barat laut Suriah.

"Turki tidak akan mentolerir serangan rezim Suriah," kata Mevlut Cavusoglu selama kunjungannya ke Provinsi Hatay.

Terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, Cavusoglu menegaskan bahwa Turki tidak akan menerima campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan itu.

Hubungan AS dan Turki memanas akibat polemik jual-beli S-400.

Washington mengklaim S-400 akan membahayakan peran Turki dalam program jet tempur F-35.

Turki mengatakan tidak ada konflik antara S-400 dan F-35 dan menyerukan kelompok kerja untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Bulan depan, Ankara akan mulai menerima S-400 tahap pertama.

Pekan lalu, NATO hanya mampu melindungi 30 persen wilayah udara Turki, sehingga Turki menilai kesepakatan S-400 sebagai "kepentingan nasional".


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın