Maria Elisa Hospita
17 Juni 2019•Update: 17 Juni 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Menteri luar negeri Turki menegaskan bahwa menghentikan serangan oleh rezim Bashar al-Assad di Suriah adalah tanggung jawab Rusia dan Iran sebagai negara penjamin perdamaian.
Hal itu disampaikan oleh Mevlut Cavusoglu beberapa jam setelah rezim Assad melancarkan serangan ke pos pengamatan Turki di barat laut Suriah.
"Turki tidak akan mentolerir serangan rezim Suriah," kata Mevlut Cavusoglu selama kunjungannya ke Provinsi Hatay.
Terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, Cavusoglu menegaskan bahwa Turki tidak akan menerima campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan itu.
Hubungan AS dan Turki memanas akibat polemik jual-beli S-400.
Washington mengklaim S-400 akan membahayakan peran Turki dalam program jet tempur F-35.
Turki mengatakan tidak ada konflik antara S-400 dan F-35 dan menyerukan kelompok kerja untuk mengklarifikasi masalah tersebut.
Bulan depan, Ankara akan mulai menerima S-400 tahap pertama.
Pekan lalu, NATO hanya mampu melindungi 30 persen wilayah udara Turki, sehingga Turki menilai kesepakatan S-400 sebagai "kepentingan nasional".