Muhammad Abdullah Azzam
19 Februari 2021•Update: 19 Februari 2021
Abdullah Yasin Guler
ANKARA
Wakil presiden Turki pada Kamis bertemu dengan Perdana Menteri Azerbaijan Ali Asadov di Ankara.
Mengekspresikan kebanggaan untuk menjamu perdana menteri Azerbaijan di Ankara, Fuat Oktay berjanji untuk menghidupkan kembali dan membangun wilayah Karabakh Atas yang baru-baru ini dibebaskan dari pendudukan Armenia oleh Azerbaijan.
"Kami adalah satu bangsa. Tak hanya di medan perang tetapi kami akan terus mendukung Anda dalam membangun dan menghidupkan kembali wilayah-wilayah itu [Karabakh Atas]," kata Oktay.
Asadov juga berterima kasih kepada Turki tidak hanya atas dukungan selama konflik Karabakh Atas, tetapi juga atas dukungan yang diterima Azerbaijan di tengah pandemi Covid-19.
Perdana menteri Azerbaijan juga disambut oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan tertutup.
- Pembebasan wilayah yang diduduki
Hubungan antara negara bekas republik Soviet, Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, yang secara internasional diakui sebagai wilayah Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Ketika bentrokan baru meletus September lalu, tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 permukiman dan desa dari hampir tiga dekade pendudukan.
November lalu, Azerbaijan dan Armenia menandatangani perjanjian perdamaian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran.
Gencatan senjata dipandang sebagai kemenangan bagi Azerbaijan dan kekalahan bagi Armenia.